CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 11 September 2008

Penemuan Bayi Quasar di Tepi Alam Semesta


Sebuah grup internasional berhasil menemukan suatu morfologi tak terduga dalam quasar radio jauh. Penemuan ini bisa terjadi setelah dilakukan pengamatan dengan menggunakan jaringan teleskop radio yang dikenal dengan nama VLBI Network.


Quasar atau QUASi-stellAR radio source merupakan objek yang sangat terang dan inti galaksi aktif. Ia juga merupakan mesin paling kuat yang ada di alam semesta. Diamati dengan teleskop radio, quasar tampak seperti bintang namun mereka berada jauh dari Bumi. Karena kekuatannya inilah, cahaya quasar bisa dilihat oleh teleskop modern dari jarak yang bahkan sebanding dengan ukuran alam semesta. Observasi pada quasar yang baru tersebut dlakukan tidak hanya oleh 1 teleskop radio melainkan 10 teleskop radio di Eropa ( termasuk Westerbork Synthesis Radio Telescope di Belanda ), Cina, dan Afrika Selatan. Keseluruhan teleskop itu melakukan pengamatan pada frekuensi 1.6 GHz (panjang gelombangnya 18 cm).


Quasar yang bernama J1427+3312 seperti terlihat pada gambar menunjukan keberadaan morfologi ganda dan komponennya itu terpisah pada jarak 480 tahun cahaya. Model dengan morfologi ganda yang dikombinasikan dengan spektrum radio yang sangat banyak merupakan sesuatu yang mencirikan sumber radio yang masih muda. Yang membuat qusar ini menarik adalah, ia terletak pada jarak yang sangat jauh. Sangat jauh dari Bimasakti sehingga waktu yang diperlukan cahaya yang dipancarkannya untuk mencapai kita mencapai lebih dari 90% usia alam semesta. Dengan kata lain cahaya yang saat ini kita lihat adalah cahaya di saat usia alam semesta baru 10% dari usianya saat ini.


Berada pada jarak yag sangat jauh, quasar J1427+3312 berada cukup dekat dengan tepi dalam Epoch of Reionisation (EoR) - “masa kegelapan” kosmologi. EoR ini di dalam alam semesta bertanggung jawab atas penampakan dan komposisi alam semesta yang kita huni, termasuk jenis galaksi, bintang, maupun planet yang ada di dalamnya.


Menurut Leonid Gurvits, astronom senior dari Joint Institute for VLBI in Europe (JIVE, Dwingeloo, Belanda), “quasar J1427+3312 merupakan mercusuar sakti yang berada di tempat dimana kita ingin menyinari daerah sekelilingnya untuk mencari sesuatu yang sangat penting. Dan suatu hari nanti dengan teleskop radio yang baru, kita akan dapat menggunakan mercusuar ini sebagai alat dalam pencarian tanda - tanda EoR”


Jika dianalogikan dengan sejarah, maka penemuan quasar J1427+3312 si mercusuar astronomi di tempat tak terduga yang usianya relatif masih muda pada epoch awal kosmologi sama saja dengan menemukan salah satu dari 7 keajaiban dunia, yakni mercusuar Alexandria.



Sumber : JIVE

Misteri Salju Di Merkurius

Salju ternyata tidak hanya ada di Bumi. Bahkan di Merkurius yang sangat dekat dengan Matahari pun ada. Seperti apa yah? Di Bumi saja kita di Indonesia tidak pernah melihatnya. Tapi mari kita simak kenapa bisa ada salju di tempat yang begitu dekat dengan Matahari, tempat yang sangat panas.
Jauh di dalam planet Merkurius, salju dari besi terbentuk dan jatuh ke pusat planet, sangat mirip dengan kepingan salju yang terbentuk di atmosfer Bumi dan kemudian menghujani permukaan. Yang menarik, pergerakan salju besi ini bisa jadi yang bertanggung jawab atas misteri medan magnetik di planet tersebut. Inti salju di Merkurius justru menunjukan kalau konveksi terjadi disitu dan menghasilkan medan magnetik global di Merkurius. Penemuan tersebut juga memberikan implikasi dalam memahami kondisi dan evolusi inti Merkurius, serta kondisi dan evolusi planet lainnya beserta satelit mereka.



Merkurius, seperti yang kita ketahui merupakan salah satu planet dalam yang berada paling dekat dengan Matahari. Merkurius dan Bumi adalah 2 planet terrestrial yang memiliki medan magnetik global. Ditemukan pada era 1970-an oleh pesawat ruang angkasa Mariner 10, medan magnetik Merkurius ternyata 100 kali lebih lemah dibanding medan magnet di Bumi. Dan tidak ada satu pu pemodelan yang mampu menghitung medan magnet lemah seperti di Merkurius.
Inti Merkurius sebagian besar terbuat dari besi dan diperkirakan juga mengandung sulfur, yang justru menurunkan titik leleh besi dan memegang peran pentting dalam memproduksi medan magnet si planet. Belum lama, pengukuran rotasi Merkurius menggunakan radar landas Bumi menungkap adanya pergerakan yang halus dari batuan yang menunjukan sebagian inti planet tersebut mencair. Tapi emmang, tanpa ada data seismik planet tersebut, maka pengetahuan yang kita miliki tentang Merkurius masih tetap sangat minim.
Untuk bisa memahami lebih dalam kondisi fisik inti Merkurius, para peneliti menggunakan alat dari multi landasan untuk bisa mempelajari sifat pelelehan campuran besi sulfur pada suhu dan tekanan yang tinggi. Dalam setiap percobaan, sampel sulfur besi dikompres ke tekanan tertentu dan dipanaskan sampai ke temperatur tertentu juga. Sampel tersebut kemudian di padamkan, dibagi jadi dua dan dianalisa dengan scanning electron microscope dan electron probe microanalyzer. Pemadaman dalam waktu singkat melindungi tekstur sampel, serta mengungkap adanya pemisahan fasa padat dan cair, dan konten sulfur di tiap fasa. Dari percobaan inilah bisa diperkirakan apa yang sedang terjadi di inti Merkurius.
Saat pelelehan campuran sulfur besi di inti terluar perlahan-lahan mendingin, atom besi berkondensasi menjadi kepingan kubus yang kemudian runtuh ke pusat planet. Dan ketika salju besi itu mulai menghilang, cairang yang kaya sulfur pun muncul. Aliran konveksi pun tercipta untuk memberi daya pada dinamo dan memproduksi medan magnetik lemah pada planet.






Inti merkurius sendiri sepertinya mengendapkan salju besi ke dalam dua area yang terpisah. Keadaan dua salju ini jadi unik di antara planet-planet terrestrial dan satelit-satelit yang mirip dengan planet kebumian di dalam tata Surya. Penemuan para peneliti dari University of Illinois dan Case Western Reserve University menunjukan kalau sekarang kondisi fisik planet terdalam di Tata Surya dengan pembentukan dan evolusi planet kebumian secara umum sudah bisa dihubungkan.







Sumber : EurekAlert

Rabu, 10 September 2008

Sengketa Ambalat

BERBAGAI bentuk kemarahan rakyat Indonesia dilontarkan kepada pemerintah Malaysia, terutama terhadap Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi. Di beberapa kota di Indonesia muncul berbagai gerakan anti-Malaysia, termasuk unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Sekelompok orang yang mengaku WNI sengaja menumpahkan kemarahannya dalam salah satu blog yang dipublikasikan di situs internet Universitas Sains Malaysia (USM).
Kekesalan mereka tersebut disebabkan perlakuan Malaysia yang dinilai mereka arogan dan suka mengklaim sepihak wilayah yang jelas-jelas merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ungkapan kemarahan tersebut juga merepresentasikan perasaan sejumlah kelompok masyarakat lainnya yang juga kesal atas perlakuan pemerintah Malaysia yang berencana “mencaplok” blok Ambalat yang jelas-jelas merupakan wilayah sah Indonesia.
Bahkan konvensi hukum Laut PBB pada 1982 juga secara tidak langsung telah mengakui Indonesia sebagai pemilik blok Ambalat. Ledakan emosional masyarakat kita terhadap kasus Ambalat ini bukan hanya diekspresikan melalui sejumlah kata-kata kasar yang dipublikasikan di internet, tetapi juga diwarnai sejumlah aksi demonstrasi anti-Malaysia. Bahkan slogan politik “Ganyang Malaysia” yang sempat populer di tahun 1960-an, tepatnya pada masa Presiden Soekarno, kini kembali hidup. Pidato Soekarno yang menyerukan gerakan “Ganyang Malaysia” pun begitu ramai disiarkan di sejumlah media elektronik.

Selain itu, sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya juga melakukan boikot terhadap hal-hal yang berbau Malaysia. Sampai-sampai, poster besar penyanyi ternama Malaysia Siti Nurhaliza pun dibakar untuk menunjukkan kepada publik dunia bahwa Indonesia marah atas perlakuan Malaysia. Sejumlah masyarakat Indonesia yang emosional tersebut mendesak gerakan “Ganyang Malaysia” patut dihidupkan kembali untuk menegakkan kedaulatan RI. Sejumlah konfrontasi dengan Malaysia di masa lampau, khususnya di era Soekarno, tampaknya sulit dihapus dari kenangan masyarakat kita. Apalagi, harga diri bangsa Indonesia, menurut mereka, juga telah dinistakan oleh sejumlah kasus yang berkaitan dengan keberadaan TKI di negara Jiran tersebut.


sumber: realita kehidupan

Dalam Harap Dan Tangis Mereka

Angin tiada henti menerpa
pada pohon-pohon dan rumah tua
yang begitu usang tampak jika siang
Langit tak secerah awan gumpal
ketika hari berlalu sendu
Sedikit rasa aneh pada lintas bumi
begitu sunyi tak terlewati.

Waktu berjalan sempit
Lihatlah, arus air mengalir deras
Hingga akar pohon tak kuasa untuk bertahan
Kini luapan air timbul dari celah-celah sempit, meriak-riak
hening suaranya
namun tak sehening suara teriakan memelas kasih
Mereka bernaung di bawah terik mentari
berlindung di dalam tenda penuh sesak.
Tak adakah tangan yang kan memberi
dalam harap dan tangis mereka
tertegun menunggu hari cerah.


Lola

Sabtu, 06 September 2008

TAUKAH ANDA?

Puasa memiliki banyak hikmah dan mafaat, salah satunya adalah untuk kesehatan tubuh, ketenangan jiwa, dan juga untuk kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.





Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh dikeluarkan sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel. Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena proses peremajaan sel tubuhnya berjalan dengan baik.




Makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari, selain mengandung zat-zat gizi yang berguna untuk tubuh kita, juga mengandung bahan toksik atau racun yang kemudian tertimbun dalam tubuh. Bahan toksik atau racun yang ada dalam tubuh kita, jika sudah terlalu banyak dapat menyebabkan masalah pada tubuh, antara lain tubuh menjadi mudah lelah, daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah sakit. Dengan melakukan puasa, tubuh akan menggunakan energi cadangan. Penggunaan energi cadangan ini menyebabkan racun-racun terbuang dan sel-sel tubuh dibersihkan. Selain itu di bagian pencernaan terjadi juga pengeluaran racun karena lat-alat pencernaan beristirahat sehingga dapat membersihkan diri, juga termasuk usus besar yang merupakan pusat kotoran.

Minggu, 31 Agustus 2008

Manfaat susu



Susu biasanya berarti cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lain untuk konsumsi manusia.Semua orang di dunia ini membutuhkan susu untuk menopang kehidupannya. Baik dari bayi sampai orang yang sudah lanjut usia.



Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat.Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.Sedangkan untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik.Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi

SUSU mengandung kelengkapan lima gizi utama, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Namun, konsumsi susu orang Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar dua gelas per orang setiap bulan. Jadi kalau dirata-ratakan, setiap harinya orang Indonesia cuma minum dua-tiga sendok.
Rendahnya konsumsi susu di Indonesia itu, Menurut Schipper, disebabkan banyak faktor, misalnya, susu dianggap mahal, sehingga daya beli masyarakat kecil. Tetapi, bisa juga akibat kurangnya pemahaman akan manfaat susu



Lebih baik mengonsumsi susu segar

Orang Indonesia lebih mengenal susu bubuk padahal proses pengolahan susu bubuk- melalui pengeringan dengan waktu yang cukup lama-sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan gizi, terutama vitamin dan protein.

Oleh karena itu masyarakat di negara maju sekarang lebih memilih susu segar. Susu disebut-sebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gaas serta vitamin.
Bisa dikatakan kandungan yang ada pada susu hewan mamalia khususnya sapi hampir mencukupi seluruh kebutuhan tubuh manusia. Pasalnya jumlah kandungan zat-zat tersebut begitu mamadai.

Tentu kandungan zat-zat secara utuh itu ada pada susu segar. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar itu merupakan cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dari cara pemerahan yang benar serta kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah suatu apapun dan belum mendapat perlakuan apa pun.

Namun dalam praktiknya, menurut Prof. Made Astawan, pakar teknologi pangan dan gizi Fakultas Teknologi Pertanian IPB, untuk mendapatkan susu sesuai definisi SNI tidak mudah. Apalagi di kalangan masyarakat kita cenderung lebih familiar dengan produk susu olahan baik bentuk cair maupun padat. Itu pun tingkat konsumsinya masih relatif rendah.

"Bandingkan saja dengan India, tingkat konsumsi susunya jauh lebih tinggi yakni mencapai 43.929,2 juta liter susu cair per tahun dan 1.173 juta liter susu bubuk per tahun," kata Astawan pada presentasi pentingnya mengonsumi susu cair di pabrik Ultrajaya Tbk belum lama ini.

Sejumlah riset pada 2004 melaporkan konsumsi susu di Indonesia baru mencapai tujuh liter per kapita per tahun atau baru 197, 5 juta liter per tahun untuk susu cair dan 625,7 juta liter susu bubuk. Dari data itu pun terlihat bahwa komsumsi susu bubuk di Indonesia sangat tinggi dibanding susu cair.
Padahal kalau mau menilik lebih jauh masyarakat negeri maju seperti Amerika sudah banyak yang meninggalkan konsumsi susu bubuk dan beralih ke susu cair. Riset Canadian 2004 melaporkan konsumsi susu penduduk Amerika sudah mencapai 100 liter per kapita per tahun atau 24.634,7 juta liter susu cair per tahun dan 59,5 juta liter susu bubuk per tahun.

Begitu pula Australia yang sudah mencapai 90 liter perkapita per tahun. Sementara China 11.256 juta liter per tahun. Memang susu bubuk itu sendiri asalnya juga dari susu segar atau rekombinasi dengan zat lain seperti lemak, dan protein yang dikeringkan.
Namun proses pengolahan susu bubuk yang umumnya melalui pengeringan dengan waktu yang cukup lama sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan gizi terutama vitamin dan protein. Menurut Astawan kerusakan protein bisa berupa terbentuknya pigmen coklat (melonodin) akibat reaksi Maillard.
Reaksi ini biasanya terlihat pada pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu akibat proses pemanasan yang berlangsung cukup lama. Pemanasan seperti dapat menyebabkan penurunan daya cerna protein. Pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino, yaitu perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Padahal tubuh manusia hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L.

Karena itulah banyak ahli gizi dunia yang menyarankan agar kembali mengkonsumsi susu secara alamiah atau susu segar. Hanya sayangnya susu segar yang diperoleh dari pemerahan sapi tidak tahan lama.
Rata-rata dalam waktu enam jam kondisi susu akan rusak karena kontiminasi dengan udara yang memudahnya munculnya bakteri pembusuk.
"Namun sekarang ini masyarakat dunia tidak perlu khawatir karena sudah banyak industri pengolahan susu dengan menggunakan teknologi tertentu seperti UHT dan pasteurisasi yang memproduksi susu segar," ujar Astawan.
Setidaknya dengan proses pengolahan susu segar seperti itu, kata dia, dapat meminimalisasi kerusakan gizi yang terkandung di dalam bahan baku susu bersangkutan.

Pasteurisasi
Pengolahan susu secara pasteurisasi itu biasanya dengan memberi perlakuan panas sekitar 63-72 derajat Celcius selama 15 detik. Tujuannya membunuh bakteri patogen. Jika Anda penggemar susu ini mesti konsisten dalam penyimpanannya. Susu hasil pasteurisasi ini hanya memiliki umur simpan sekitar 14 hari dan harus disimpan pada susu rendah (5-7 derajat celcius).
Untuk susu UHT (ultra high temperature), pengolahan susu segar ini menggunakan pemanasan suhu tinggi (135-145 derajat celcius) dalam waktu yang relatif singakt 2-5 detik. Porses pemasanan seperti itu selain dapat membunuh seluruh mikroorganisme (bakteri pembusuk maupun patogen) dan spora (jamur) juga untuk mencegah kerusakan nilai gizi. Bahkan dengan proses UHT, warna, aroma dan rasa relatif tidak berubah dari aslinya sebagai susu segar. Di Indonesia sendiri meski belum sesemarak India dan Vietnam namun sejak 1975-an susu segar proses UHT sudah banyak dijumpai di pasaran. Salah satunya adalah PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. dengan kapasitas terpasang 100 juta liter per tahun.

"Produksi susu ini 100% dari bahan baku susu segar yang diperoleh dari peternak susu di Jawa Barat. Mereka tergabung dalam satu wadah koperasi," ujar M. Muhthasawwar, senior marketing manager PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. Perjalanan dari koperasi ke pabrik hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam sehingga tingkat kesegaranya masih tetap terjaga. Begitu sampai di pabrik langsung diolah dengan menggunakan teknologi sterilisasi UHT.

Teknologi dengan sistem komputer dan robot siap memanaskan susu selama empat detik dengan suhu 140 derajat Celcius. Pemanasan yang tinggi dan singkat hanya untuk mematikan semua bakteri tanpa merusak kesegaran dan kualitas gizi susu segarnya. Setelah itu susu dikemas dalam kemasan aseptik yakni menggunakan kemasan multilapis terdiri dari kertas, plastik, polyethylene dan aluminium foil agar kedap udara dan cahaya. Kemasan tersebut mampu melindungi kualitas susu segar dari pengaruh sinar ultraviolet hingga 10 bulan.

Dengan begitu susu cair UHT tanpa bahan pengawet ini bisa bertahan lama setidaknya sampai enam bulan, dengan catatan kemasanya masih utuh tidak cacat. Selain itu susu ini juga bisa dikonsumsi orang dewasa maupun anak-anak usia satu tahun ke atas.